News

  • 0

High Speed Diesel Genset Market in Indonesia: Forecast to 2024 – High Speed Diesel Gensets with Rating 5 kVA-500 kVA Dominate

Tags : 

Indonesia High Speed Diesel Genset Market is projected to grow at a CAGR of 3.8% during 2018-24 on account of the expansion of the industrial sector, rising number of small and medium-sized businesses as well as development of social infrastructure in various regions.

Indonesia’s GDP is estimated to register significant growth in 2018 due to the development of agro-based industries. Additionally, low cost manufacturing coupled with favorable government policies would act as a catalyst for various industries in the country and will significantly drive the demand for high speed diesel genset market during the forecast period.

In Indonesia, high speed diesel gensets with rating 5 kVA-500 kVA accounted for the majority of the revenue and volume share due to wide range of applications across various sectors. High utilization of these gensets in telecom infrastructure in the unreliable and off-grid regions is also expected to drive the market by 2024.

By application types, commercial application accounted for majority of the revenue share in the overall market, followed by industrial and residential applications. However, during the forecast period, the industrial application is expected to depict highest growth rate due to the development of large-scale industrial projects such as construction of new special zones in Bitung and Morotai, which would be responsible for the growth of high speed diesel genset market over the coming years.

By regions, Java region captured the largest revenue share followed by Sumatra region and is anticipated to maintain its dominance over the coming years due to upcoming industrial parks in East, Central and West Java region, which would require installation of new high speed diesel gensets in the region.

Companies Featured

  • Mitsubishi Heavy Industries Engine System Asia PTE. Ltd.
  • Caterpillar Inc.
  • FG Wilson Asia PTE Ltd.
  • Kohler Power Systems
  • Cummins Inc.
  • MTU Onsite Energy Corporation
  • Deutz Asia-pacific (Pte.) Ltd.
  • P.T. Siemens Indonesia
  • Doosan Heavy Industries & Construction
  • Perkins Engines Co. Ltd

Source : https://markets.businessinsider.com/

genset diesel, genset, generator sets, hig speed diesel genset


  • 0

Melalui EPC Project dengan PT TelkomInfra, PT. BMJ Berkontribusi dalam Proyek 35MW

Tags : 

Salah satu portfolio  bisnis Telkom Infra yaitu Energi Solution saat ini banyak mengerjakan project energy di lingkungan Telkom dan Telkomsel. “Keberhasilan penetrasi bisnis Telkominfra ke PLN diharapkan membuka peluang bisnis yang lebih besar lagi bagi Telkomgroup dimasa akan datang,” ujar Natigor.Direktur Operasi dan Marketing Telkom Infra M. Sahlan Syauqi mengungkapkan proyek ini juga menghasilkan revenue tambahan dari adanya kontrak maintenance jangka panjang (Long Term Service Agreement) dalam tempo 3 tahun.Sementara dalam portal resminya PLN menyatakan siap menggarap 1.825,5 MW Proyek Pembangkit yang merupakan bagian dari Proyek 35.000 Mega Watt (MW) dengan skema EPC (Engineering Procurement, Construction). PLN juga siap membangun Transmisi 500 kilo Volt (kV) sepanjang 928 kilometer sirkit (kms) di Jalur Utara Jawa.Pada Jumat (17/3) itu jajaran Direksi PLN menandatangani 16 proyek dengan nilai investasi pembangkit sebesar Rp 13 triliun (belum termasuk PLTD), nilai investasi transmisi sebesar Rp 2,1 triliun, dan biaya Long Term Service Agreement (LTSA) untuk 5 tahun senilai Rp 6 triliun.

Rencananya pada 2019, 90% pulau terluar berpenghuni sudah dialiri listrik PLN. Selain itu, 694 desa dan 137 kecamatan di pulau terluar, pulau terpencil dan perbatasan juga sudah berlistrik pada 2019.Penandatanganan 16 proyek pembangkit dan transmisi ini diharapkan menjadi sebuah awal yang baik bagi kesuksesan Program 35.000 MW. Pembangunan proyek pembangkit ini sendiri direncanakan rampung pada 2018. Dengan begitu, rencana Pemerintah untuk mewujudkan target rasio elektrifikasi sebesar 99% pada 2019 dapat tercapai.(sg)

Sumber : https://www.indotelko.com

proyek 35mw, genset, kelistrikan,pembangkit listrik tenaga diesel.

 


  • 0

Ketersediaan Listrik di Papua

terdapat banyak kesulitan dalam membangun kelistrikan di Tanah Papua, namun hal tersebut harus menjadi semangat untuk tetap menerangi negeri. Sehingga pembangunan infrastruktur katanya harus terus dikebut pembangunannya.

pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) sebesar 70 MW Papua, yaitu Jayapura 50 MW dan Nabire 20 MW telah rampung pada tahun 2017.

Selanjutnya, pembangkit listrik serupa sebesar 115 MW di Provinsi Papua akan kembali dibangun, antara lain Merauke 40 MW, Biak 15 MW, Serui 10 MW, Timika 10 MW, Jayapura 40 MW, dan 80 MW di Provinsi Papua Barat.

Manokwari 20 MW, Raja Ampat 10 MW, Sorong 30 MW, Fakfak 10 MW, Kaimana 10 MW. Sedangkan, Listrik Desa dari sebelumnya terbangun di sebanyak 191 desa pada tahun 2017 akan kembali dibangun di sebanyak 255 desa.

PT PLN memiliki Program Papua Terang 2020 yang menargetkan rasio elektrifikasi di Pulau Papua mencapai lebih dari 85.96 persen dan listrik dapat menjangkau seluruh desa, kecamatan, dan kabupaten.
Sumber : Tribunnews.com


  • 0

Perkembangan Terkini Proyek 35.000 MW ?

Tags : 

Jakarta – Program ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW) sampai saat ini terus menunjukkan kemajuan konstruksi. Per April 2018, 31.977 MW dari program 35.000 MW sudah ditandatangani.

Program 35.000 MW meliputi pembangunan pembangkit 35.714 MW, transmisi 46.904 kms, dan gardu induk 110.329 MVA.

“Untuk proyek 35.000 MW, 31.977 MW sudah ditandatangani per April 2018,” ujar Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (23/5/2018) malam.

Kemudian, perkembangan konstruksi pembangkit listrik sudah mencapai 17.192 MW dari total pembangkit yang akan dibangun. Sedangkan, kapasitas pembangkit listrik yang sudah beroperasi mencapai 1.604 MW atau bertambah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1.584 MW.

PLN juga menjamin pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW tidak akan membuat kapasitas listrik menjadi berlebihan. Pembangunan pembangkit listrik disesuaikan dengan permintaan.

“InsyaAllah tidak ada kalimat oversupply. Oversupply untuk reserve margin 30%,” tutur Sarwono.

Sumber : detik.com


  • 1

PLN Pilih Diesel untuk Terangi Wilayah Terpencil

PT PLN (Persero) masih menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) untuk melistriki wilayah terpencil, karena pembangkit tersebut bisa mengalirkan listrik dengan cepat.

Direktur Pengadaan Strategis II PLN Supangkat Iwan Santoso mengatakan, untuk menerangi wilayah terpencil cepat, pembangkit yang hanya bisa digunakan adalah PLTD yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM). untuk mengurangi penggunaan BBM, PLN akan menerapkan sistem hybrid, yaitu mengkolaborasikan pembangkit diesel dengan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) ‎yang sesuai dengan potensi energi di wilayah masing-masing. Namun penerapan sistem tersebut membutuhkan waktu cukup lama, karena itu PLTD dibangun terlebih dahulu.

sebab PLN tidak memilih Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLT‎G) untuk melistrik pulau terpencil, karena biaya angkut gas jauh lebih mahal dan pasokannya belum pasti tersedia.

Sumber : www.liputan6.com


  • 0

After Sales Services will be shifted to PT. Berkat Megah Jaya

In Order to provide the experience of effectiveness and satisfactions of our After Sales Service to our customers, we PT. Berkat Manunggal Jaya like to inform :

with effect from April 1st,2018

Our After Sales Services that have been managed by Our Product Support Division will be shifted to PT. Berkat Megah Jaya. 

PT. Berkat Megah Jaya is our wholly-owned subsidiary company specialized in after sales services. Thereby, after sales services activity will be more focused, effective, and profesional, in order to enhance customer’s satisfaction on our Mitsubishi Generating Set products.

For more detail information, please download our announcement  PT. Berkat Megah Jaya


  • 0

Proyek 35.000 MW Baru Capai 1.362 MW

Tags : 

Jakarta, CNN Indonesia — Pemerintah terus menggenjot proyek daya listrik sebesar 35.000 megawatt (MW).

Mengutip laman resmi ESDM, Minggu (4/3) hingga awal Februari 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pembangkit listik yang telah beroperasi adalah sebesar 1.362 MW dan dalam tahap konstruksi sebesar 17.116 MW. Sejauh ini, sebesar 896 MW dari total 1.362 MW yang beroperasi dihasilkan dari IPP, sementara 466 MW dibangun oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Pembangkit yang beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 108 MW.

Program 35 ribu MW ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini tentu akan berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi terutama di luar Jawa, yang sebelumnya kekurangan suplai listrik.

Ketersediaan listrik yang memadai, merata dan harga yang terjangkau menjadi fokus Pemerintah. Guna mencapai hal tersebut, Kementerian ESDM membuka kesempatan bagi para investor turut andil dalam program 35.000 MW.

Sumber : https://www.cnnindonesia.com/


  • 1

PLN Operasikan 17 Mesin PLTD di Kutai Barat

Tags : 

PT PLN (Persero) akan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di daerah Melak, Kutai Barat. Sebanyak 17 mesin sudah terpasang dan sebagian besar sudah beroperasi dengan total kapasitas 17MW.

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Timur Dan Utara, Riza Novianto Gustam mengatakan pemasangan mesin pembangkit baru ini merupakan komitmen PLN memperkuat sistem kelistrikan di daerah terpencil. Tambahan mesin pembangkit ini juga akan meningkatkan pelayanan PLN di Melak.

“Tambahan mesin pembangkit ini tentunya akan meningkatkan pelayanan kami terhadap pelanggan di Melak. Dengan adanya tambahan daya kami estimasikan dapat melayani pelanggan baru hingga 10.000 pelanggan disini (Melak),” ujar Riza dalam siaran pers yang diterima Republika, Rabu (28/2).

Riza menjelaskan, dari 17 unit mesin yang sudah terpasang, 8 unit diantaranya sudah beroperasi. Menurutnya, 8 unit ini sudah tersambung dengan sistem kelistrikan di daerah Melak sejak pertengahan Februari 2018.

Saat ini 8 unit sudah beroperasi, sementara 9 sisanya sedang dalam proses perakitan. Kami siapkan instalasi panel, kabel juga instalasi pipa BBM-nya. Kita sama-sama berharap dalam satu bulan kedepan, sudah bisa operasi maksimal, kata Riza.

Berjalan dengan skema isolated, sistem kelistrikan Melak memiliki daya mampu 19,2 MW dengan beban puncak berkisar 11.5 MW. Sistem kelistrikan ini melayani sejumlah 30.000 pelanggan. Adapun pasokan listrik Melak selama ini disuplai oleh PLTD Sendawar yang berlokasi di Desa Sendawar, Kutai Barat.

Dengan bertambahnya tujuh belas unit mesin baru, sistem Melak dipastikan memiliki daya yang cukup. Riza mengatakan, setelah 17 unit mesin tersebut beroperasi, PLN akan memindahkan mesin PLTD eksisting ke daerah lain yang masih membutuhkan pasokan daya tambahan.

Riza menjelaskan 1 unit mesin milik Pemerintah Daerah dengan total daya 500 kW, rencananya akan direlokasi ke Long Iram untuk menambah jam operasional di daerah tersebut menjadi 24 jam. “Begitu juga dengan mesin PLTD milik PLN lainnya, dua unit kapasitas 2 x 500 kW akan kami siagakan di Samarinda sebagai genset bergerak, dan unit lainnya akan kita pindahkan ke daerah-daerah yang masih memerlukan tambahan pasokan listrik, ujar Riza.

Riza mengatakan, tantangan dalam penyelesaian proyek listrik di daerah terpencil adalah medan yang cukup berat. Sebanyak 17 unit mesin yang beroperasi di Melak dikirim lewat jalur laut, kemudian berpindah melewati jalur sungai untuk bersandar di dermaga pelabuhan Melak. Dari pelabuhan tersebut 17 unit mesin ini diangkut dengan jalur darat untuk diletakkan di PLTD Sendawar.

Riza menyatakan, PLN akan terus berupaya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Kalimantan. Hal ini sesuai dengan komitmen PLN untuk mengalirkan listrik hingga wilayah ujung Nusantara.

“PLN terus berbenah dan berkomitmen untuk mewujudkan Kalimantan benderang. Mohon dukungan dari seluruh pihak agar workplan dan proyek-proyek pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan senantiasa berjalan lancar,” kata Riza.

Sumber : http://republika.co.id


  • 0

Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT

Tags : 

Pemerintah terus menggenjot ketersediaan listrik hingga di perdesaan. Sejumlah desa Papua masih belum terang, namun akan diatasi dengan program pra-elektrifikasi.

Berdasarkan data PLN per September 2017, rasio desa berlistrik skala nasional sudah mencapai 97.05 persen. Agoes mengatakan, masih ada sekira 7 persen rumah tangga di Indonesia masih belum dialiri listrik, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur. Wilayah Papua merupakan daerah terluas yang belum teraliri listrik. Tercatat masih ada 2.500 desa yang masih belum tersambung sambungan PLN. Rasio desa berlistrik adalah jumlah desa berlistrik berbanding dari desa keseluruhan. Artinya, harus ada satu rumah yang dialiri listrik dalam satu desa tersebut. Proses mengalirkan listrik ke rumah rumah akan lebih mudah jika sudah ada rumah yang berlistrik. “Target desa berlistrik 100 persen diusahakan tuntas pada 2019,” kata Agoes Triboesono.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT”,

Program peningkatan rasio elektrifikasi antara lain Program Listrik Desa PLN, membuat Pembangkit Listrik Tenaga Listrik Mini Hidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal, dan Pra Elektrifikasi dengan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE). Rasio elektrifikasi wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih di bawah 60 persen. Oleh karena itu, pemerintahan Jokowi-JK saat ini berfokus membangun daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Agoes mengakui pada pemerintah yang lalu konsentrasi pembangunan ketenagalistrikan rata-rata di Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi. Umumnya fokus di Jawa karena pertumbuhan ekonominya paling tinggi. “Pemerintah sekarang konsentrasinya ke bagian timur Indonesia. Termasuk pembangkitnya. Diharapkan infrastruktur yang ada di wilayah tertinggal bisa dimanfaatkan ataupun ditingkatkan,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah Fokus Sediakan Listrik di Papua dan NTT”, https://biz.kompas.com/read/2017/12/05/151338328/pemerintah-fokus-sediakan-listrik-di-papua-dan-ntt.

Sumber : Kompas.com


  • 0

Warga Sebatik Minta PLN Prioritaskan Pelayanan di Perbatasan

Kedatangan enam unit mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Sei Bilal yang diharapkan mengatasi krisis listrik, juga menjadi jawaban bagi calon pelanggan yang masuk dalam daftar tunggu PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Rayon Nunukan.

Enam unit mesin dengan total daya 6 megawatt (MW) itu, diharapkan masyarakat Sebatik agar mendapat pelayanan yang sama dengan Pulau Nunukan. Penambahan mesin tersebut telah diketahui sejumlah warga Sebatik dan meminta wilayah perbatasan diprioritaskan.

“Di Sebatik ada mesin PLTD, tapi sepertinya belum mampu menyuplai para pelanggan, untuk itu perlu ada tambahan mesin lagi,” tuturnya.

Sementara, Manager PT PLN Rayon Nunukan, Nurhidayat yang dikonfirmasi media ini menjanjikan, akan menyalurkan sebagian daya dari enam unit PLTD di Sei Bilal ke Pulau Sebatik. Mengingat kelistrikan Nunukan dan Sebatik satu sistem.

“Bagi daftar tunggu di Sebatik tetap dilayani. Dari 2.000 daftar tunggu, sudah termasuk daftar tunggu yang di Sebatik,” kata Nurhidayat kepada media ini kemarin.

Menurutnya, dengan penambahan mesin sebanyak enam unit, diperuntukkan untuk dua wilayah yakni Nunukan dan Sebatik. Namun mesinnya tetap ditempatkan di PLTD Sei Bilal, hanya daya dari enam unit mesin tersebut akan disalurkan sebagian ke Sebatik.

Mesin PLTD saat ini telah tiba sebanyak lima unit dan mulai dipindahkan ke PLTD Sei Bilal untuk dilakukan pemasangan. Saat ini telah ada satu unit yang telah dilakukan percobaan, setelah terpasang satu unit dilanjutkan dengan unit lainnya. “Sedang dilakukan uji coba satu unit dulu, jadi nanti daya 6 MW ini dapat dimasukkan ke sistem jaringan ke Sebatik juga,

Sumber : http://kaltara.prokal.co/


error: Content is protected !!